Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Dan Contoh

Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Dan Contoh

Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Dan Contoh

nashatakram.netKalimat adalah deretan kata yang mengendung satu pengertian lengkap. Dalam kalimat, setiap kata mempunyai jabatan yang berbeda. Ada yang jabatannya subjek. Ada kata yang jabatannya predikat dan sebagainya. namun demikian, satu kata pun dapat dikatakan sebagai kalimat. Syaratnya, kata itu harus mengandung pengertian yang lengkap. Selain itu, intonasinya harus menyatakan bahwa ujaran itu lengkap.
Kalimat
Kalimat

Kata saya merupakan satu kalimat. Kata saya merupakan jawaban dari pertanyaan. Misalnya ada pertanyaan Siapa yang pergi ke sekolah? secara lengkap kalimat jawabannya adalah Sayalah yang pergi ke sekolah. Namun dijawab dengan kata sayapun sudah jelas. Orang yang memberi pertanyaan tidak akan meminta jawaban lebih.


 
Lalu apakah yang dimaksud dengan kalimat?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
1. Kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.
2. Perkataan
3. Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual atau potensial terdiri atas klausa.
Menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
1. Secara Lisan
Kalimat diiringi oleh titi nada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai.
2. Secara Tertulis
Kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhoro dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru. Di dalam kalimat dapat disertakan berbagai tanda baca. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan dengan intonasi selesai.
Contoh:
– Wulan pergi ke sekolah.
– Mengapa adik menangis?
– Dengarkan baik-baik!
– Wulan, kemana kamu pergi?

– Ibu membeli alat rumah tangga: ember, panci, dan wajan.


Dua versi definisi kalimat:
1. Menurut makna
Kalimat adalah kesatuan bahasa terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap.
2. Menurut struktur
Kalimat adalah bagian yang didahului oleh kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Intonasinya menunjukkan bagian ujaran telah selesai
 

Apa sajakah ciri-ciri kalimat?

Kalimat dapat didefinisikan dengan memberikan ciri-ciri sebagai berikut.
1. Berupa deretan kata yang mengandung satu pengertian.
2. Secara tertulis kalimat diakhiri dengan tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru.
3. Secara lisan kalimat diakhiri dengan intonasi selesai.

Unsur-unsur pembentuk kalimat

Seperti telah kita ketahui bahwa kalimat merupakan deretan kata. Setiap kata dalam kalimat mempunyai fungsi yang berbeda. Adapun fungsi-fungsi dalam kalimat sebagai berikut.

1. Subjek

Subjek juga disebut pokok kalimat, terdapat dua jenis subjek yaitu:
a. Subjek pelaku
Maksudnya subjek yang melakukan perbuatan. Subjek pelaku ini selalu terdapat dalam kalimat aktif.
Contoh:
– Ani membaca buku cerita
– Toni mengerjakan tugas rumah
Ani dan Toni merupakan subjek pelaku.
 
b. Subjek penderita
Maksudnya, subjek yang dikenai perbuatan. Subjek penderita ini terdapat pada kalimat pasif.
Contoh:
– Fani dinasihati ibu guru.
– Ibu dikirimi paket makanan
Fani dan Ibu merupakan subjek penderita.
Subjek dalam kalimat dapat berdiri sendiri, oleh karena itu subjek bisa membentuk kata benda dan bisa juga kata yang bisa dibendakan. Caranya adalahdengan menambahkan imbuhan.
Apakah ciri-ciri subjek?
a. Berbentuk kata benda.
b. Dapat diikuti oleh kata ini dan itu.
c. Dapat diikuti oleh partikel pun.
d. Terletak di depan predikat.
e. Dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan kata tanya apa dan siapa.

2. Predikat

Kata lain dari predikat adalah sebutan. Predikat merupakan bagian yang menjelaskan subjek
Menurut sifatnya, predikat dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Predikat verbal, adalah predikat yang berupa kata kerja.
Contoh:
Nani   menyapu   halaman
   S            P                 K
Ibu   memasak   sayur
  S            P              K
Kata menyapu dan memasak merupakan kata kerja.
b. Predikat nominal, adalah predikat yang berupa kata benda, kata sifat, atau kata bilangan.
Contoh:
Ia   guru
 S      P
Anaknya   pandai-pandai
       S                     P
Roda truk itu    enam
          S                    P
Guru menduduki fungsi predikat berupa kata benda.
Pandai-pandai menduduki fungsi predikat berupa kata sifat.
Enam menduduki fungsi predikat berupa kata bilangan
Apakah ciri-ciri predikat?
a. Memberi penjelasan subjek.
b. Berada setelah subjek.
3. Objek
Objek ini dapat dikenali dengan dua cara.
a. Dengan melihat jenis predikatnya.
b. Dengan memperhatikan ciri khas objek itu sendiri.
Objek terletak bergantian fungsi dengan subjek. Objek  pada kalimat aktif bisa menjadi subjek pada kalimat pasif. Sebaliknya, subjek pada kalimat pasif dapat menjadi objek pada kalimat aktif.
Contoh:
Nana   makan   roti  >< Roti   dimakan  Nana
    S          P          O             S          P            O
Ibu  menggendong  adik  ><  Adik  digendong  ibu
  S           P                   O              S             P           O
Menurut sifatnya terdapat tiga jenis objek.
  1. Objek penderita, adalah objek yang dikenai perbuatan. Objek penderita atau pelengkap penderita terdapat pada kalimat aktif.
  2. Objek pelaku adalah objek yang melakukan perbuatan. Objek pelaku atau pelengkap pelaku terdapat dalam kalimat pasif.
  3. Objek penyerta adalah objek yang menyertai perbuatan. Biasanya objek terletak di belakang pelaku atau objek penderita. Objek penyerta disebut juga pelengkap penderita.

 

4. Pelengkap

Pelengkap disebut juga dengan istilah komplemen. Objek dan pelengkap mempunyai kemiripan. Keduanya menjelaskan predikat. aletaknya pun sama-sama dibelakang predikat. Kategori katanya pun sama yaitu nomina.
Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. Berjenis kata benda, kerja, dan sifat.
b. Berada di belakang predikat dan dapat didahului dengan kata depan.
c. Kalimatnya tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.
d. Pelengkap tidak bisa diubah menjadi subjek.
e. Tidak dapat diganti dengan -nya
Contoh:
– Ani sedang belajar menyanyi.
– Negara Indonesia berdasarkan Pancasila.
– Banyak orang asing belajar bahasa Indonesia.
Kata menyanyi, Pancasila, dan bahasa Indonesia merupakan pelengkap. Ketiga kalimat tersebut tidak dapat dibalik. Menyanyi, Pancasila, dan Bahasa Indonesia tidak dapat diletakan di awal kalimat.
5. Keterangan
Keterangan adalah bagian kalimat yang memberi penjelasan mengenai kalimat atau bagian kalimat. Terdapat beberapa jenis keterangan sebagai berikut:
  1. Keterangan tempat, misalnya: di rumah, ke kota, dan dari sana. Keterangan tempat biasa didahului oleh kata depan yang menyatakan tempat. Kata depan yang menyatakan tempat yaitu: di, ke, dan dari. Keterangan tempat ini menjelaskan di “ruang” manakah peristiwa itu terjadi.
  2. Keterangan waktu, misalnya: kemarin, hari ini, besok, dua tahun yang lalu, yang akan datang, dan tahun depan. Ada beberapa keterangan tempat yang didahului kata depan pada. Keterangan waktu ini menjelaskan pada “waktu” kapankah suatu peristiwa terjadi.
  3. Keterangan alat, misalnya: dengan pisau, dengan galah, dan dengan pensil warna. Keterangan alat bisa didahului dengan kata depan dengan. Keterangan alat menjelaskan dengan alat apakah suatu tindakan dilaksanakan.
  4. Keterangan cara, misalnya: dengan bersorak-sorak, secara sederhana, dan secara acak. Keterangan cara menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Keterangan cara menggunakan kata depan dengan dan secara.
  5. Keterangan tujuan, misalnya: supaya cepat, agar lancar, bagi sesama, dan demi mencapai tujuan. Keterangan tujuan menjelaskan hasil dari suatu tindakan yang dikehendaki. Keterangan tujuan menggunakan kata supaya, agar, bagi, dan demi.
  6. Keterangan penyerta, misalnya: dengan teman sebangku, bersama orang tuanya, dan beserta adiknya. Keterangan penyerta ini menjelaskan keikutsertaan seseorang dalam suatu perbuatan. Keterangan penyerta menggunakan kata dengan, bersama, dan beserta.
  7. Keterangan similatif/perbandingan, misalnya: sebagai anak yang baik, seperti suara halilintar, bagai api dan air. Keterangan similatif menjelaskan perbandingan antara perbuatan satu dengan perbuatan yang lain. Keterangan similatif ini menggunakan kata seperti, bagaikan, dan sebagai.
  8. Keterangan penyebaban, misalnya: karena hujan turun, dan sebab kesiangan. Keterangan penyebaban menjelaskan sebab-sebab terjadinya sesuatu. Keterangan penyebaban menggunakan kata karena dan sebab.
  9. Keterangan kesalingan, misalnya: satu sama lain. Ketrangan kesalingan menjelaskan suatu tindakan dilaksanakan secara bersama-sama.

Sumber : gurupendidikan.co.id